Selasa, 10 November 2020

Hal-hal Penting Dalam Budidaya Jahe

 Hal-hal Penting Dalam Budidaya Jahe

Jahe Merah (Zingiber Officinale) sangat mudah dibudidayakan, untuk membudidayakan jahe merah dapat dilakukan dengan menggunakan media tanam polybag, karung, dan bedengan (guludan). Dengan perawatan yang sama akan menghasilkan jahe merah yang relatif sama walaupun dengan media yang berbeda. Berikut adalah hal hal yang penting diperhatikan dalam budidaya jahe media tanam bedengan.

  1. Pertama kali yang kita perhatikan untuk budidaya jahe merah adalah menentukan media tanam. Jika kita memiliki lahan yang memadai lebih baik dengan cara bedeng. Memilih bibit jahe. Bibit jahe yang baik adalah jahe yang sudah berumur lebih dari 12 bulan, atau jahe yang sudah tua, dengan ciri kulit jahe merah, tanpa ada luka atau cacat dibagian kulit jahe, dan sudah mulai tampak tumbuk mata tunas kecil dalam rimpang jahe.

  2. Kemudian hal yang harus diperhatikan jika menyemai bibit jahe dengan estimasi untuk tanam 1.000 batang, kita siapkan bibit jahe 15 kg, lalu angin-anginkan bibit jahe tersebut sampai layu setelah layu potong-potong rimpang jahe ± 5 cm, dengan catatan minimal ada 2-3 mata tunas, jika tidak ada mata tunas potongan jahe bija lebih panjang.  Setelah jahe dipotong-potong dimasukan dalam media semai. Untuk media semai gunakan tanah dicampur pupuk kotoran hewan dengan perbandingan 2:1, media semai yang sudah siap masukkan dalam kotak dengan ukuran 100 x 50 x 10 cm setebal 5 cm, lalu tata potongan jahe diatasnya dengan dengan jarak antar jahe ± 1 cm satu lapis potongan jahe, jangan sampai jahe bertumpukan. Setelah itu tutup dengan media semai setebal 2 cm. Taruh kotak semai di tempat yang teduh, dengan intensitas matahari langsung sekitar 30 %. Sirami secara rutin sampai tunas jahe tumbuh. Setelah tumbuh 3-5 daun, bibit jahe sudah bisa dipindah kedalam media tanam.

  3. Setelah itu hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan media tanam yaitu membuat bedeng (guludan) dengan tinggi 30 cm lebar 1 meter, jarak antar bedeng ± 50 cm, panjang bedeng disesuaikan dengan kondisi lahan. Bedengan untuk tanam jahe merupakan campuran tanah dengan pupuk organik dengan perbandingan 2:1. Biarkan bedengan sekitar 1 minggu, setelah satu minggu media tanam siap ditanami.

  4. Disaat menanam bibit jahe dalam media tanam. Setelah membuat lubang tanam di bedeng yang sudah disiapkan perhatikan jaraknya dengan jarak tanam jahe 30 x 30 cm, kedalaman lubang ± 6 cm, lebar lubang disesuaikan dengan ukuran rimpang jahe. Seperti dalam gambar. Setelah lubang tanam siap, masukan bibit jahe kedalam lubang lalu tutup lubang denga tanah dan pupuk (media tanam).

  5. Hal yang terpenting yaitu dalam memelihara jahenya karena setelah bibit jahe tertanam kunci keberhasilan budidaya jahe merah adalah perawatan.

Hal-hal yang perlu dilakukan adalah A. pembersihan gulma  atau rumput dengan dicabuti. B. Penyiraman dilakukan karena tanaman jahe sangat butuh air. C. Pemupukan dilakukan dengan  menggunakan pupuk organik, dilakukan 2 minggu setelah tanam dan berulang setiap 2 minggu sekali sampai tanaman berumur 2 bulan, setelah tanaman berumur 2 bulan lakukan pemupukan dengan periode 1 bulan sekali.

D. Kemudian harus dilakukan adalah dengan penambahan media tanam dengan ketebalan sampai jahe tertimbun ± 2 cm. Penimbunan ini dilakukan dengan media yang sama dengan media tanam. Tujuan dari penimbunan ini agar jahe yang muncul dipermukaan tidak busuk dan mudah berkembang yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan jahe merah, tanaman jahe butuh sinar matahari dengan intensitas 50 – 60 % dan butuh air tetapi tidak sampai beeck dan lembab. E. Tak kalah penting untuk mengatasi hal tersebut jika diperlukan bisa dilakukan dengan cara pemasangan paranet di atas bedeng setinggi ± 2 m. Fungsi paranet untuk menahan terik matahari pada musim kemarau dan menahan curah hujan yang tinggi pada musim penghujan. Dengan paranet air hujan tidak langsung mengenai tanaman dan media tanam sehingga media tanam tidak mudah padat.

  1.  Nah untuk pemanenan jika hanya unutk kebutuhan konsumsi bisa dipanen pada usia 6 bulan. Akan tetapi semakin muda usia jahe dipanen beratnya semakin ringan, semakin tua usia jahe semakin banyak rimpang jahenya dan tentunya semakin berat  Jika kita memanen jahe untuk bibit lakukan pemanenan setelah usia jahe diatas 12 bulan.

Demikianlah ulasan tentang hal hal penting yang harus dilakukan dalam budidaya jahe merah atau pun jahe biasa. Semoga ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Kunjungi channel youtube kami Bisnis Sumatra jangan lupa like, komen, share dan subscribe.
 



Tokopedia                                                Bukalapak                                          Shopee
 

Info pemesanan
 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bongkar Jahe Merah Umur 7 Bulan

  Bongkar Jahe Merah Umur 7 Bulan Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membongkar jahe merah . Karena memang tidak bisa dengan cara ...